Pernah ada suatu rasa
Rasa yang sulit tuk diceritakan
Rasa yang mungkin pertama dalam hidupku
Rasa yang membuat jantungku berdegup kencang
Rasa itu juga membuat dada ini penuh dengan udara nafsu
Rasa itu membunuh semua kepercayaan diriku
Rasa itu menghilangkan kasih sayang yang lain
Terkadang banyak orang yang mengatakan
RASA yang kurasakan adalah CINTA
Rasa cinta yang tumbuh diantara kita
Rasa yang bersemi dihati kita
Rasa yang menggelegar diantara kita
Tapi..........
Kini rasa itu telah menjadi kenangan tersendiri
Rasa itu telah pergi entah kemana
Rasa itu tiba-tiba hilang
Bersama dengan hilangnya dirimu
Tapi......
Aku masih belum bisa melupakanmu
Aku masih belum bisa menghapuskanmu
Aku masih belum bisa menghilangkanmu
Kini...
Kau menghilang dari hidupku
Kau menghilang dari pandanganku
Kau juga menghilang dari pikiranku
Tapi.....
Jika suatu saat nanti kita
Dipertemukan dalam satu ruang dan satu waktu
Maka jangan kau ungkit-ungkit
Masalah yang telah kulupakan dan kutinggal pergi
Jangan kau pertanyakan lagi
Semua hal yang kita pernah alami
Semua kenangan yang kita lalui
Dan semua keindahan yang kita rasakan
Satu pintaku untukmu
Jangan kau ulangi.
Membuat luka dihati.
Kamis, 22 November 2012
Senin, 19 November 2012
Akibat Cinta
Indah saat pertama bertemu
Rasa jantung dan hati yang menggebu-gebu
Gairah cinta yang tak terhingga
Rasa suka yang tak bisa ditahan
Kebahagiaan yang sangat amat terasa
Kerinduan yang tak habis-habis didalam angan
Kasih sayang yang hampir tak bisa terbendung oleh nalar
Semangat rasa cinta yang mengalahkan pikiran
Tapi..................
Itu hanya permulaan
Selanjutnya...................
Rasa duka yang mendalam saat ditinggalkan
Sakit hati yang meluas dan menyebar
Rasa gelisah yang mengeksekusi dalam pikiran
Galau yang membuat diri menjadi aneh
Gulana dan merana yang menyatu dalam pikiran
Luka yang sulit untuk dihilangkan
Saat itupun hati mulai diremukkan oleh CINTA
Saat itupun jantung mulai digerogoti oleh CINTA
Saat itupun pikiran baru tersadar
Nalar baru terbangun dari tidurnya
Otak menjadi kacau balau
Dan semua pikiran menjadi rusak
Dan Akhirnya................
Beberapa kemungkinan :::
1. Melupakan "Apa itu Cinta"
2. Mengenang "Apa itu Cinta"
3. Menjauhi "Apa itu Cinta"
4. Kembali bersama "Cinta"
5. Terbunuh oleh "Cinta"
6. Mati karena "Cinta"
7. Hilang terbawa "Cinta"
8. Bahagia bersama "Cinta"
Itulah mengapa "Cinta sebagai Bahan Baku Utama di Kehidupan ini"
Rasa jantung dan hati yang menggebu-gebu
Gairah cinta yang tak terhingga
Rasa suka yang tak bisa ditahan
Kebahagiaan yang sangat amat terasa
Kerinduan yang tak habis-habis didalam angan
Kasih sayang yang hampir tak bisa terbendung oleh nalar
Semangat rasa cinta yang mengalahkan pikiran
Tapi..................
Itu hanya permulaan
Selanjutnya...................
Rasa duka yang mendalam saat ditinggalkan
Sakit hati yang meluas dan menyebar
Rasa gelisah yang mengeksekusi dalam pikiran
Galau yang membuat diri menjadi aneh
Gulana dan merana yang menyatu dalam pikiran
Luka yang sulit untuk dihilangkan
Saat itupun hati mulai diremukkan oleh CINTA
Saat itupun jantung mulai digerogoti oleh CINTA
Saat itupun pikiran baru tersadar
Nalar baru terbangun dari tidurnya
Otak menjadi kacau balau
Dan semua pikiran menjadi rusak
Dan Akhirnya................
Beberapa kemungkinan :::
1. Melupakan "Apa itu Cinta"
2. Mengenang "Apa itu Cinta"
3. Menjauhi "Apa itu Cinta"
4. Kembali bersama "Cinta"
5. Terbunuh oleh "Cinta"
6. Mati karena "Cinta"
7. Hilang terbawa "Cinta"
8. Bahagia bersama "Cinta"
Itulah mengapa "Cinta sebagai Bahan Baku Utama di Kehidupan ini"
Cinta = Permen Karet
Cinta itu bagaikan permen karet
Pertama-tama rasanya yang manis, dan nikmat dirasakan
Rasa manisnya membuat ia terus dinikmati dan terus dinikmati
Warnanya yang warna-warni, membuat hati ikut bersemi
Kadar gula yang ada didalamnya
Sudah tak terhiraukan lagi
Perasaan gundah, gelisah dan gulana
Terkadang bisa menghilang.
Tapi......................
Setelah kala waktu berjalan
Mulut terasa pegal mengunyahnya
Rasa manis yang dulu ada sekarang mulai menghilang
Warnanya yang cerah dan merona
Makin lama makin pudar
Kelembutan yang terasakan mulai berganti menjadi keras
Rasa yang nikmat berganti keras dan rasa tawar
Dan akhirnya............
Permen karet itu dibuang dan dicampakkan dimana pun ia berada
Terkadang ia dibuang ditempat sampah
Terkadang ia ditempelkan dibawah bangku
Dan terkadang ia terinjak-injak
Jadi CINTA hanyalah SESAAT
Tak ada cinta yang abadi
Dan tak ada satupun didunia ini yang abadi
Kecuali Sang Penguasa Dunia
Pertama-tama rasanya yang manis, dan nikmat dirasakan
Rasa manisnya membuat ia terus dinikmati dan terus dinikmati
Warnanya yang warna-warni, membuat hati ikut bersemi
Kadar gula yang ada didalamnya
Sudah tak terhiraukan lagi
Perasaan gundah, gelisah dan gulana
Terkadang bisa menghilang.
Tapi......................
Setelah kala waktu berjalan
Mulut terasa pegal mengunyahnya
Rasa manis yang dulu ada sekarang mulai menghilang
Warnanya yang cerah dan merona
Makin lama makin pudar
Kelembutan yang terasakan mulai berganti menjadi keras
Rasa yang nikmat berganti keras dan rasa tawar
Dan akhirnya............
Permen karet itu dibuang dan dicampakkan dimana pun ia berada
Terkadang ia dibuang ditempat sampah
Terkadang ia ditempelkan dibawah bangku
Dan terkadang ia terinjak-injak
Jadi CINTA hanyalah SESAAT
Tak ada cinta yang abadi
Dan tak ada satupun didunia ini yang abadi
Kecuali Sang Penguasa Dunia
Sabtu, 10 November 2012
Salah Ragaku
Kurasakan detak jantungmu kian melemah
Seakan-akan inilah waktunya detak jantungmu berakhir
Keringat dingin mengucur dari pori-porimu
Matamu sayup-sayup melemah
Hembusan nafasmu juga kian melemah
Aku belum siap kau tinggalkan
Aku belum siap kau hilangkan
Aku belum siap kau hapuskan
Tapi aku akan berdoa
Aku akan berdoa demi mu
Kepada Tuhan yang telah memberikan nyawa padaku
Kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan padaku
Aku akan memberikan apapun untukmu
Aku akan memberikan nyawaku untukmu
Aku akan memberikan jiwa raga ku untukmu
Semua yang kuberikan
Takkan mampu untuk menggantikan semua yang telah kau berikan
Apapun yang ku berikan takkan mampu
Untuk menghapuskan luka, duka dan derita yang kau alami
Jika aku yang merasakan semua itu
Pasti aku sudah merasakan kematian didunia
Kurasakan semua itu mati
Tapi kematian itu bisa kurasakan dimanapun, kapanpun dan apapun
Sungguh semua itu belum bisa menggantikan apapun yang kau berikan padaku
Aku minta maaf jika semua kesalahanku
Telah membuat rasa sakit hati yang mendalam bagimu
Biarpun semua itu hanya kata-kata, ataupun perbuatan
Aku minta maaf telah menyakitimu
Bye.....
Seakan-akan inilah waktunya detak jantungmu berakhir
Keringat dingin mengucur dari pori-porimu
Matamu sayup-sayup melemah
Hembusan nafasmu juga kian melemah
Aku belum siap kau tinggalkan
Aku belum siap kau hilangkan
Aku belum siap kau hapuskan
Tapi aku akan berdoa
Aku akan berdoa demi mu
Kepada Tuhan yang telah memberikan nyawa padaku
Kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan padaku
Aku akan memberikan apapun untukmu
Aku akan memberikan nyawaku untukmu
Aku akan memberikan jiwa raga ku untukmu
Semua yang kuberikan
Takkan mampu untuk menggantikan semua yang telah kau berikan
Apapun yang ku berikan takkan mampu
Untuk menghapuskan luka, duka dan derita yang kau alami
Jika aku yang merasakan semua itu
Pasti aku sudah merasakan kematian didunia
Kurasakan semua itu mati
Tapi kematian itu bisa kurasakan dimanapun, kapanpun dan apapun
Sungguh semua itu belum bisa menggantikan apapun yang kau berikan padaku
Aku minta maaf jika semua kesalahanku
Telah membuat rasa sakit hati yang mendalam bagimu
Biarpun semua itu hanya kata-kata, ataupun perbuatan
Aku minta maaf telah menyakitimu
Bye.....
Raga Ibu
Saat mataku masih terlelap
Kau bangunkan aku dari tidurku.
Kau bangunkan aku dari mimpi yang kulewati
Kau mengejutkan ku dari semua ketenangan malam
Senyuman dari bibir merah mudamu
Membuat air mataku, perlahan menetes dari pinggiran mataku
Tatapan mata tuamu, membuat aku terharu
Kau bangunkan saatku tertidur nyenyak
Kau bangunkan aku saat aku dalam bahaya
Kau selamatkan jiwa ragaku
Tanpa berfikir bahwa kau juga dalam bahaya
Kau rela bertaruh nyawa demi aku
Kasih sayangmu yang telah membesarkanku
Kasih sayangmu yang telah menghidupkanku
Nyawamu sudah tak kau anggap berharga lagi
Bahkan kau telah rela mengorbankan apapun demiku
Raga, jiwa dan darahmu rela kau berikan padaku
Aku hanya bisa meneteskan air mata kesedihan
Melihat kasih sayangmu yang begitu besar
Telah kau berikan pada anak yang belum tentu akan seperti itu padamu
Kasih sayangmu IBU telah menghidupkan semua nya
Kasih sayangmu IBU telah menghilangkan duka lara dihiduku
Setiap nafasmu kau gunakan untuk menyelamatkanku
Setiap darah dan detak jantungmu kau berikan pada anakmu
IBU......
Betapa beratnya beban yang kau tanggung
Demi menyelamatkan anak yang bisa saja menjadi durhaka
Demi menyelamatkan anak-anakmu yang bahkan bisa membunuhmu
IBU.....
Sudahilah penderitaanmu
Berikanlah anakmu ini
Giliran untuk menjagamu
Hingga anakmu ini
Menghembuskan nafas terakhir yang kuabdikan untuk menjaga mu IBU
Kau bangunkan aku dari tidurku.
Kau bangunkan aku dari mimpi yang kulewati
Kau mengejutkan ku dari semua ketenangan malam
Senyuman dari bibir merah mudamu
Membuat air mataku, perlahan menetes dari pinggiran mataku
Tatapan mata tuamu, membuat aku terharu
Kau bangunkan saatku tertidur nyenyak
Kau bangunkan aku saat aku dalam bahaya
Kau selamatkan jiwa ragaku
Tanpa berfikir bahwa kau juga dalam bahaya
Kau rela bertaruh nyawa demi aku
Kasih sayangmu yang telah membesarkanku
Kasih sayangmu yang telah menghidupkanku
Nyawamu sudah tak kau anggap berharga lagi
Bahkan kau telah rela mengorbankan apapun demiku
Raga, jiwa dan darahmu rela kau berikan padaku
Aku hanya bisa meneteskan air mata kesedihan
Melihat kasih sayangmu yang begitu besar
Telah kau berikan pada anak yang belum tentu akan seperti itu padamu
Kasih sayangmu IBU telah menghidupkan semua nya
Kasih sayangmu IBU telah menghilangkan duka lara dihiduku
Setiap nafasmu kau gunakan untuk menyelamatkanku
Setiap darah dan detak jantungmu kau berikan pada anakmu
IBU......
Betapa beratnya beban yang kau tanggung
Demi menyelamatkan anak yang bisa saja menjadi durhaka
Demi menyelamatkan anak-anakmu yang bahkan bisa membunuhmu
IBU.....
Sudahilah penderitaanmu
Berikanlah anakmu ini
Giliran untuk menjagamu
Hingga anakmu ini
Menghembuskan nafas terakhir yang kuabdikan untuk menjaga mu IBU
Langganan:
Postingan (Atom)