NO TITLE
Kuteringat saat kupandangi wajahmu
Terbesit keinginan tuk menyapamu
Saat engkau hadir dalam mimpiku
Suatu angan lewat dalam benakku
Gundah terasa saat engkau tiada
Langit tak berbintang menyambutku
Penuh kesunyian dan kesuraman
Itu jika engkau tak hadir dalam hidupku
Senyum yang membuatku bisa menulis syair
ini
Tatapan yang buat ku tak pernah ragu
Kau bintang dimalamku
Hanya karena kau sebuah harapan
Apakah engkau tahu yang kurasakan?
Kebahagiaan tak terbatas yang mungkin akan
kandas
Kusadar jika setiap waktu, aku tanpamu
Hidupku seakan tak pernah memiliki makna
Dengan sebuah pena hitam
Kutulis sebuah syair indah
Kutulis sebuah sajak tentang cinta
Dengan seribu kasih disetiap katanya
Semoga, engkau mengerti
Tentang apapun, yang kurasakan
Tanpamu, tangan ini tak kan bisa menulisnya
Kata-kata cinta didalamnya hanyalah
sebagian
Tidak semua rasa yang bisa kutulis disini
Jika memang kau tak pernah mengerti
Aku hanya bisa meratapi semua
Kasih, cinta dan impian, hanyalah sebuah
harapan kosong
Dan ku kan mencoba, menunggu hingga
perasaan ini terbalaskan
*Hahaha, gimana keren gag?
Puisi diatas emang judulnya NO TITLE... Jadi jangan salah sangka dulu ya....
Puisi ini tercipta saat aku menyukai seseorang, tapi aku tak pernah atau bahkan tak akan pernah bisa mengucapkan kata2 "cinta" saat bersamanya...
Wkwkwk, segitu aja dah....
Tunggu postingan lainnya........
Inilah akhir cintaku, inilah akhir kisahku
Setelah kau jauh tinggalkan aku
Tak bisa ku melupakanmu, tak bisa aku tanpamu
Tak pernah aku rela kau tinggalkan aku
Tiada ku sangka engkau berubah
Ku tak percaya kau membagi cinta
Tahukah engkau betapa sakitnya
Kau membagi cinta karna dia
Tak pernah ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku
Sekian lama aku menunggu
Kasih dimana hatimu
Tak bisa ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku
Sekian lama aku menunggu
Kasih dimana hatimu
Tak bisa ku melupakanmu
Tak bisa aku tanpamu
Tak pernah aku rela
Kau tinggalkan aku
Tiada ku sangka engkau berubah
Ku tak percaya kau membagi cinta
Tahukah engkau betapa sakitnya
Kau membagi cinta karna dia
Tak pernah ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku
Sekian lama aku menunggu
Kasih dimana hatimu
Tak bisa ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku
Sekian lama aku menunggu
Kasih dimana hatimu
Pernah ada suatu rasa
Rasa yang sulit tuk diceritakan
Rasa yang mungkin pertama dalam hidupku
Rasa yang membuat jantungku berdegup kencang
Rasa itu juga membuat dada ini penuh dengan udara nafsu
Rasa itu membunuh semua kepercayaan diriku
Rasa itu menghilangkan kasih sayang yang lain
Terkadang banyak orang yang mengatakan
RASA yang kurasakan adalah CINTA
Rasa cinta yang tumbuh diantara kita
Rasa yang bersemi dihati kita
Rasa yang menggelegar diantara kita
Tapi..........
Kini rasa itu telah menjadi kenangan tersendiri
Rasa itu telah pergi entah kemana
Rasa itu tiba-tiba hilang
Bersama dengan hilangnya dirimu
Tapi......
Aku masih belum bisa melupakanmu
Aku masih belum bisa menghapuskanmu
Aku masih belum bisa menghilangkanmu
Kini...
Kau menghilang dari hidupku
Kau menghilang dari pandanganku
Kau juga menghilang dari pikiranku
Tapi.....
Jika suatu saat nanti kita
Dipertemukan dalam satu ruang dan satu waktu
Maka jangan kau ungkit-ungkit
Masalah yang telah kulupakan dan kutinggal pergi
Jangan kau pertanyakan lagi
Semua hal yang kita pernah alami
Semua kenangan yang kita lalui
Dan semua keindahan yang kita rasakan
Satu pintaku untukmu
Jangan kau ulangi.
Membuat luka dihati.
Indah saat pertama bertemu
Rasa jantung dan hati yang menggebu-gebu
Gairah cinta yang tak terhingga
Rasa suka yang tak bisa ditahan
Kebahagiaan yang sangat amat terasa
Kerinduan yang tak habis-habis didalam angan
Kasih sayang yang hampir tak bisa terbendung oleh nalar
Semangat rasa cinta yang mengalahkan pikiran
Tapi..................
Itu hanya permulaan
Selanjutnya...................
Rasa duka yang mendalam saat ditinggalkan
Sakit hati yang meluas dan menyebar
Rasa gelisah yang mengeksekusi dalam pikiran
Galau yang membuat diri menjadi aneh
Gulana dan merana yang menyatu dalam pikiran
Luka yang sulit untuk dihilangkan
Saat itupun hati mulai diremukkan oleh CINTA
Saat itupun jantung mulai digerogoti oleh CINTA
Saat itupun pikiran baru tersadar
Nalar baru terbangun dari tidurnya
Otak menjadi kacau balau
Dan semua pikiran menjadi rusak
Dan Akhirnya................
Beberapa kemungkinan :::
1. Melupakan "Apa itu Cinta"
2. Mengenang "Apa itu Cinta"
3. Menjauhi "Apa itu Cinta"
4. Kembali bersama "Cinta"
5. Terbunuh oleh "Cinta"
6. Mati karena "Cinta"
7. Hilang terbawa "Cinta"
8. Bahagia bersama "Cinta"
Itulah mengapa "Cinta sebagai Bahan Baku Utama di Kehidupan ini"
Cinta itu bagaikan permen karet
Pertama-tama rasanya yang manis, dan nikmat dirasakan
Rasa manisnya membuat ia terus dinikmati dan terus dinikmati
Warnanya yang warna-warni, membuat hati ikut bersemi
Kadar gula yang ada didalamnya
Sudah tak terhiraukan lagi
Perasaan gundah, gelisah dan gulana
Terkadang bisa menghilang.
Tapi......................
Setelah kala waktu berjalan
Mulut terasa pegal mengunyahnya
Rasa manis yang dulu ada sekarang mulai menghilang
Warnanya yang cerah dan merona
Makin lama makin pudar
Kelembutan yang terasakan mulai berganti menjadi keras
Rasa yang nikmat berganti keras dan rasa tawar
Dan akhirnya............
Permen karet itu dibuang dan dicampakkan dimana pun ia berada
Terkadang ia dibuang ditempat sampah
Terkadang ia ditempelkan dibawah bangku
Dan terkadang ia terinjak-injak
Jadi CINTA hanyalah SESAAT
Tak ada cinta yang abadi
Dan tak ada satupun didunia ini yang abadi
Kecuali Sang Penguasa Dunia